Saturday, December 16, 2006

"Erwin Gutawa - Rockestra" di Kuping Q

Bingung nih, mo ditaruh di blog yang mana ya review musik ini? masak dicampur sama review buku?... udah deh, disini aja :D Aku jelas nggak jago soal musik, sama juga aku nggak jago sastra, tapi nekat aja bikin review. Cuman kalo aku ngereview album musik, itu berarti aku suka banget ama tuh album. Dan begitulah dengan album yang satu ini "Erwin Gutawa, Rockestra"... wuuw.. ROOOCK!! *ngacungin salam metal tiga jari* :D

Albumnya Erwin yang sebelumnya, kayak "Orkestra" instrumental dari lagu2 Badai Pasti Berlalu, trus "Salute to Koes Plus", aku juga suka bangeeeet. Kayaknya sih karena aku memang suka banget sama yang berbau2 orkestra gitu. Tapi bukan musik orkestra klasik gitu ya... suka juga sih tapi sering ngantuk kalo dengerin yang seperti itu :D Lebih suka kalo udah digabungin sama yang rada ngepop :)

Dari judul albumnya jelaslah ini adalah perpaduan dari musik rock yang dimainkan dengan orkestra. Dan nggak tanggung2, orkestra yang diangkut oleh Erwin Gutawa di album ini adalah "London Symphony Orchestra", salah satu orkestra terbaik di dunia. Rekamannya juga di Abbey Road Studio London. Dan yang membanggakan, mereka membawakan hanya lagu2 karya pemusik Indonesia :)

Rock campur orkestra? kayaknya nggak susah sih ngebayanginnya. Secara udah banyak ya, lagu2 rock yang menggabungkan unsur orkestra di dalamnya seperti lagu2nya Queen atau Haloween. Gampangannya sih, tinggal nambahin drum untuk mengarahkan ritme orkestra agar lebih ngepop or ngerock, lalu kalo mau lebih terasa ngerock ya tambahin lagi ama distorsi dari gitar listrik :) Itu bodo2annya.. kenyataannya pasti lebih rumit dari itu :p

Lagu dan Penyanyinya

"Overture (God Bless Medley)", sebagai musik pembuka dari London Symphony Orchestra dengan Impromptu Choir di latar belakang. Gabungan dari lagu: Menjilat Matahari, Rock di Udara, Balada Sejuta Wajah, dan Huma di Atas Bukit. Tentunya... kereeeeen... megah... seru... waaaah.. Katanya dipilih medley dari lagu2 God Bless untuk menghormati grup band tersebut sebagai "pondasi rock Indonesia".

"Kehidupan" lagunya God Bless dibawakan secara duet oleh Andy /rif dan Roy Boomerang. Setengah bagian pertama musik orkestra yang ekspresif mendominasi dengan kemegahannya. Di setengah bagian kedua, musik ritmis ngepop sedikit melunakkan lagu ini sehingga bisa buat goyang2 ngerock dikit :D ... seru, jadi pengen "head bang" :p

"Hilangnya Seorang Gadis", tertulis lagu ini ada di album "Freedom of Rhapsodia" keluaran tahun 1972. Band apa itu ya? siapa personilnya?. Di album ini dibawakan oleh pendatang baru Ryo Domara. Suaranya bersih dengan oktaf yang tinggi, tapi nggak terlalu ngerock. Denger lagu ini.. kok jadi teringat sama 'hilangnya seorang gadis' yang jadi headline dimana-mana itu ya... :(

"Rock Bergema" lagunya grup band Roxx, keluaran tahun 1992. Dinyanyikan secara ekspresif oleh Yopie "Mata", pendatang baru dengan suara serak yang emang cocok buat ngerock. Lagunya rada rock n roll gitu, jadi bisa buat sambil goyang2 :)

"Malaria" oleh Kikan Cokelat. Ini lagunya kang Harry Roesli, panteslah kalo liriknya rada asal semaunya. Mellow banget untuk ukuran rock. Aku jadi bertanya2, batasan rock itu apa sih? (batasan rock itu di ban pinggang ke bawah mas... di atas ban pinggang itu kemeja atau blouse... hihi, itu rok kaleeeee :p )

"Perang Dengan Hati" lagu baru ciptaan Erwin Gutawa dan Harry Budiman untuk pendatang baru temuannya, Ryo Domara. Rada ngepop, mengikuti arus trend lagu2 ngetop dari grup2 band saat ini. Orkestranya juga nyelip2 dikit aja. Kalo promosinya gencar, bisa jadi lagu ini bisa ngetop di pasar musik yang saat ini memang didominasi lagu2 dari grup band.

"Jenuh", pernah dibawakan oleh Ahmad Albar di Pergelaran Karya Cipta Guruh Soekarno Putra I, tahun 1979. Kali ini yang dapat jatah nyanyiin adalah Pinkan eks "Ratu". Hah? Pinkan ngerock? rada surprise memang. Suara sengau nya cocok juga sih buat ngerock, cuman kok kecentilan yah?

"Kasih Tak Sampai" ciptaannya Piyu Padi dimainkan instrumental oleh London Symphony Orchestra. Kebayang dong, lagu sentimentil indah mellow itu dibawakan oleh full orchestra... Tapi, tapi... kok cuma sepotong reffrainnya doang sih :(


"Kuingin" oleh Nicky Astria. Lagu milik Gigi ini dibawakan dengan suara teh Nicky yang masih tetap bening dan powerfull. Awalnya tidak terlalu banyak variasi, tapi di bagian akhir ditutup dengan full orkestra yang megah ala lagu2 festival.

"Sesal" lagu baru ciptaan Budi Rahardjo dan Affan Syafi'i untuk Yopie "Mata". Lagunya nggak terlalu ngerock, tapi didukung vokal Yopie yang serak dan arransemen yang ekspresif jadi lumayan lah. Tanpa itu lagu ini bakal jadi lagu pop yang ngebosenin.

"Kemarau" yang pernah populer dari grup lawas The Rollies di tahun 1979, kali ini dilantunkan oleh Armand Maulana. Arransemennya tampaknya disesuaikan banget dengan karakter Armand yang gayanya rada2 kayak orang mabok itu :D

"Jangan Lagi Ada Angkara" lagunya Nicky dibawakan oleh Ahmad Albar. Full orkestra, keren.. Suara Ahmad Albar yang udah gaek ternyata masih tetap terjaga dan powernya masih lumayan kuat.

"Bendera" lagu ciptaan Eross Sheila on 7 yang dipopulerkan oleh band Cokelat ini dimainkan secara instrumental oleh London Symphony Orchestra. Cuman sepotong pendek sih, tapi ...wuih.. arransemen orkestranya ala lagu kebangsaan gitu..

***

Kalo nggak salah, sebelum album ini keluar sempat ada konsernya di Jakarta dengan judul sama bukan? Konser "Rockestra", besutan Erwin Gutawa juga. Aku nggak tau apa materinya sama dengan yang ada di album ini.

Oh ya, tau nggak di bagian "Thanx To:", ada nama seseorang yang lumayan akrab sering aku liat email2 yang aku terima. DENNY SAKRI :) sebagai salah satu nara sumber... waaaa! salut deh sama om yang satu itu. Dan hebatnya adalah beliau menjadi member dari salah satu milis yang aku dirikan... wow! *salam tiga jari*. Makanya sebagai penghormatan, judul posting ini nyontek judul2 review dari om Denny Sakri yang sering dikirim ke milis :)

Tapi yang jelas album ini: kereeeeeeeen....!! Bakalan bertengger lama nih di playlistku buat nemenin kerja kalo lagi perlu penambah semangat :)
*sambil head bang sendirian di kamar* hihihi...

Thursday, December 14, 2006

Origami

Orang2 pada ribut soal per"gami"-an, boleh dong ikutan... ;)

Bahan baku:
  • Kertas yang tidak terlalu kaku, agar mudah dilipat mengikuti bentuk yang diinginkan.
  • Tapi juga tidak terlalu lemas seperti kain. Dibutuhkan kertas yang mampu menegakkan diri.


Peralatan dan Perlengkapan:
  • Dua belah tangan. Membuat karya origami hanya dengan sebelah tangan tidak akan pernah sampai pada tujuan.
  • Tangan yang bersih. Tangan yang kotor akan menimbulkan noda dimana-mana.
  • Buku panduan origami, terutama bagi pemula.
  • Rencana yang pasti, tentang bentuk seperti apa yang ingin dibuat. Jika tujuan bentuk akhirnya tidak pasti dan berubah-ubah, kertas lipatnya lama2 bakal lecek.
  • Niat dan tanggung jawab, untuk menyelesaikan pekerjaan ini hingga selesai.


Cara Kerja:
  • Siapkan kertas, bersihkan kedua belah tangan, buat rencana matang tentang bentuk yang akan dibuat.
  • Lakukan lipatan pertama dengan cermat dan seksama. Lipatan pertama sangat menentukan kesempurnaan bentuk selanjutnya.
  • Koordinasikan kedua belah tangan agar bisa bekerja sama saling mendukung dengan baik.
  • Jangan melakukan lipatan dengan terlalu kasar, karena kertas adalah benda yang rapuh mudah robek.
  • Ukurlah dengan pasti sebelum melakukan setiap lipatan.
  • Setelah pasti, bentuklah lipatan yang tegas. Lipatan yang tidak tegas tidak akan memberi bentuk akhir yang sempurna.
  • Perhatikan dan cermati simetri setiap lipatan. Antara bagian kanan dan kiri harus seimbang.
  • Lihat kembali buku panduan setiap saat, agar tidak terjadi salah lipat yang meninggalkan bekas.


Tangan ketiga? buat apa? susah lagi koordinasinya.
Yang ada juga paling tangan pertama sok pengen bikin proyek baru dengan tangan ketiga :p
Lalu proyek sebelumnya dengan tangan kedua gimana?
Ya tangan kedua harus ikhlas dibagi waktunya.
Tapi ati-ati jangan sampai tangan kedua merasa diabaikan sehingga merusak proyek antara tangan pertama dan ketiga atau sebaliknya :p

Ha? nggak nyambung?...
Eh, ini ngomongin soal Origami yaa... bukan yang 'gami' lain :p
Kalo situ keisengan nyambung2in, ya sok wae, terserah penafsiran situ :D

Wednesday, December 13, 2006

Lebih

Secara sadar atau tidak, kadang aku suka terperangkap dalam permainan membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Orang lain yang memiliki sesuatu hal yang lebih daripada aku. Entah itu kelebihan yang bersifat materi maupun immateri. Akupun larut dalam pengandaian: kalau aku juga memiliki kelebihan seperti orang itu... hmmm... kayaknya bakal menyenangkan hidupku...

Kalau punya materi lebih banyak... Kalau punya karier lebih bagus... Kalau punya skill lebih tinggi... Kalau punya negara lebih maju... Kalau punya kesempatan lebih luas... dan lain sebagainya...

Tapi saat aku berkhayal terlalu dalam, hingga menyatu dengan sosok yang aku andaikan, yang memiliki segala kelebihan itu... kok... ternyata aku berkhayal lagi berharap untuk mendapatkan kelebihan yang selanjutnya ya?...

Kenapa begitu? Kenapa manusia itu tidak pernah bisa puas dan berhenti saja di satu titik untuk menikmati pencapaiannya ya? Apakah manusia memang cenderung menuntut dirinya untuk menjadi orang yang ter-segalanya di dunia?

***

Dulu, saat manusia masih hidup dengan mengikuti irama alam, mereka hidup tanpa banyak tuntutan. Mereka mengambil sebagian dari alam sebatas apa yang mereka butuhkan, dan meninggalkan sisanya. Tidak ada keinginan untuk memiliki lebih dari apa yang mereka perlukan. Sebuah kebijaksanaan untuk hidup serasi dan harmonis dengan alam dari sebuah kehidupan yang kita bilang.... "primitif".

Lalu konon kabarnya dunia ini bergerak menuju ke arah kehancurannya saat manusia mulai menjadi serakah, ingin memiliki lebih banyak. Saat manusia mengeksploitasi alam dan isinya agar melayani dan memenuhi segala keinginannya. Dan kehidupan yang seperti itu kita bilang... "modern".

***

Lihatlah beberapa kasus2 heboh terakhir. Mereka yang menurut ukuran umum sudah berada di pencapaian yang tinggi karena hanya segelintir orang yang bisa berada di posisinya, ternyata masih mencari dan menginginkan "lebih". Yang korupsi lah, yang selingkuh lah, yang overdosis lah, atau yang perang lah... Semuanya terjadi karena tidak mau melihat apa yang sudah di tangan, mereka maunya "lebih banyak lagi".

Apa jadinya jika dunia ini semakin penuh berjejalan dengan manusia-manusia yang menuntut "lebih banyak" tanpa mau tahu batasan?