Friday, December 08, 2006

Sabda Alam

Pernah denger nggak soal kehidupan manusia di jaman primitif?

Dari yang aku baca, katanya nih, di jaman primitif itu perempuan mendapat posisi yang sangat terhormat. Kenapa begitu, karena perempuan lah yang dapat melanjutkan keturunan. Perempuan yang memegang peran penting dalam kelangsungan hidup manusia. Bahkan patung dewa paling tua yang pernah ditemukan berwujud patung seorang ibu yang sedang mengandung.

Apalagi ketika perempuan berhasil menemukan cara bercocok tanam untuk memproduksi makanan sendiri. Perempuan menjadi semakin tidak bergantung kepada laki-laki. Laki-laki hanya dimanfaatkan kekuatan fisiknya sebagai pelindung kelompok.

Namun selanjutnya keadaan mulai berbalik, ketika manusia primitif itu mulai bisa menjinakkan binatang untuk diternakkan. Sambil menggembalakan ternak, mereka mengamati proses reproduksi binatang. Dan para laki-laki primitif itupun baru menyadari bahwa : Seks ada hubungannya dengan kehamilan!! WOW!
*kemana aja om?* :p

Laki-laki baru tahu kalau mereka punya andil besar dalam kelahiran seorang anak. Merekapun mulai menelusuri kembali yang mana anak2 yang ia punya saham dalam kelahirannya, dan dia kasih stempel sebagai "Milikku". Lalu dia mencari perempuan yang telah melahirkan anak2 miliknya, dia beri stempel juga "Milikku". Dengan berbekal kekuatan fisiknya, dia bisa memaksakan kehendaknya itu.

Dan dimulailah masa berlakunya lagu "Sabda Alam":
.....wanita dijajah pria sejak duluuuu.....

sumber: "Kartun Riwayat Peradaban 1", ada juga di novel "Daughter of God"

Thursday, December 07, 2006

Nila Setitik

Beberapa hari ini aku dikejutkan oleh perubahan sikap yang cukup drastis dari orang2 di sekitarku. Perubahan sikap setelah mengetahui Da'i kondang itu melakukan pernikahan kedua. Peristiwa itu saja sudah cukup mengejutkan, masih ditambah lagi dengan kejutan betapa mudahnya orang hilang kepercayaan.

Memang sangat pantas jika banyak orang kecewa. Orang yang sebelumnya dijadikan panutan, dianggap sebagai teladan patokan moral, tiba-tiba mengakui telah melakukan suatu tindakan yang ditentang banyak orang. Meskipun tindakan itu memang tidak dilarang dalam standar moral yang diajarkan.

Tapi yang aku heran, tiba-tiba saja orang2 di sekitarku berbalik pendapat 180 derajat terhadap sang Da'i. Saat ini sang Da'i di mata mereka sudah kehilangan kharisma sama sekali. Bahkan lebih dari itu, sang Da'i seolah sudah menjadi penjahat seks yang tidak termaafkan. Hujatan, cacian jadi pembicaraan setiap saat dan disebarluaskan dimana-mana.

Tidak tersisa lagi segala ajaran moral yang pernah disampaikan sang Da'i, hilang dirusak oleh setitik nila. Yang ada malah semuanya dijadikan lelucon dan ejekan untuk menyerang sang Da'i. Sang Da'i sekarang berubah menjadi simbol orang yang haus seks :( Dan orangpun menganggap ajarannya hanya akan mengajak orang untuk menjadi seperti dirinya. Ngawur memang, tapi begitulah yang terjadi...

Padahal selama ini ajaran moral yang disampaikan sang Da'i adalah suatu ajakan kepada kebenaran yang disampaikan dengan cara yang menyejukkan. Ngerinya, jika kemudian sikap antipati itu berkembang menjadi penolakan terhadap setiap ajaran moral, karena identik dengan tindakan tidak termaafkan dari sang Da'i.

Yang aku tangkap sih, sebagian orang2 itu adalah orang yang suka mendramatisir masalah, membesar-besarkan dengan bumbu bikinan sendiri agar bisa membuat pembicaraan yang menghebohkan dan menjadi pusat perhatian saat ngobrol dengan orang lain. Tidak tertutup juga kemungkinan adanya orang2 yang memanfaatkan kesempatan untuk menghancurkan dari dalam (ingat pernah ada buku "Rapor Merah"?).

Aku sendiri juga kecewa, karena ternyata sang Da'i cukup egois dengan melakukan tindakan itu. Tapi tidak kemudian membuat aku melupakan semua ajaran yang selama ini aku pernah ikuti, karena sumber ajarannya adalah sumber yang benar, dan ajakannya pun dalam ceramah2 sebelumnya adalah ajakan ke arah yang benar.

Soal poligaminya sendiri menurutku... entahlah, yang pasti itu diperbolehkan oleh ajaran agama. Asalkan semua pihak ikhlas, ya silakan. Meskipun terlihat banget siapa yang paling egois karena mengharapkan orang lain berkorban dengan ikhlas untuk dirinya. Ada seorang saudara yang mengalami hal itu, dan komentarku hanyalah, "Setiap tindakan ada resikonya, apapun yang dipilih masing2 bakal ada masalah di belakangnya, sampean harus siap dengan semua itu."

Saturday, December 02, 2006

Madol ke Dufan

Ini sebenernya cerita minggu lalu. Tepatnya hari Jumat minggu yang lalu. Awalnya nggak ada niat mo ditulis disini. Tapi karena tiba-tiba aku jadi rajin nulis, dan pengen nulis sesuatu lagi... terpikirlah untuk nulisin pengalaman minggu lalu itu. Apalagi di antara tujuh orang peserta itu ternyata tidak ada yang menuliskannya di blog mereka.


Jadi begini, kebetulan Dufan lagi ada promosi potongan harga yang cukup menarik untuk tiket masuk terusannya dalam rangka ulang tahunnya yang ke 21. Muncullah ide di antara genk 80-an untuk rame2 maen ke Dufan. Asik juga tuh. Dan kemudian muncullah ide gila untuk ke Dufan di weekdays, soalnya kalo weekend pastilah rame banget apalagi lagi ada diskon gitu. Keputusan pun disepakati. Dan kita pun rame2 meliburkan diri dari pekerjaan pada hari yang ditetapkan. Sebagian ambil cuti, sebagian minta ijin dengan aneka alasan. Aku? ....kebetulan pagi itu emang rada meriang nggak enak badan, jadilah aku ijin nggak masuk dengan alasan itu. Bukannya dipake istirahat biar kembali fit, malah ikut maen ke Dufan... hehehehe...

Setelah aku diijinkan untuk tidak masuk kerja, aku sempet mikir... eh? apa yang sedang aku lakukan ya? :D ....Maklumlah sepanjang perjalanan karir bersekolah dan bekerja belum pernah bolos demi maen-maen :D

Bahkan para peserta madol pun sempat terkesima melihat aku ikutan join dan berani bolos kerja hanya demi ke Dufan... :D hihihi... Genk 80-an emang banyak menimbulkan pengaruh buruk pada diriku :p ... bubarin aja apa yah? hehe jangan dong :D

Dan begitulah, bertujuh ada Made, Irpan, Iqbal, Farah, Shasa, Yuanz dan aku berangkat bersama ke Dufan untuk bersenang2. Karena mobil Made nggak muat buat bertujuh, sebagian naik taxi. Seolah sudah tahu identitas penumpangnya, sopir taxi itu menyalakan radio yang sedang memutar lagu2 jaman 80-an. Nggak tanggung2, yang diputer lagu2 garing kecimpring seperti "Cintaku padamu sedalam lautan Atlantik" dari Ria Resty Fauzi, juga ada yang syairnya begini "Bilang hitam kalau hitam, bilang putih kalau putih.. Katakanlah sayang, bila kau sayang padakuuu..." entah sapa yang nyanyi. Kita2 cuma bisa terpesona dan sekuat tenaga menahan diri agar gak ikutan nyanyi dan goyang... hahahaha... najis!

Di Ancol kita Jumatan dulu, sambil nyempetin berdoa agar selamat dan sukses dalam setiap wahana yang akan kita naikin nanti :)

Setelah itu kitapun beli tiket dan nunggu pintu masuk dibuka pas jam setengah dua. Ternyata walaupun kita milih weekdays, lumayan rame juga yang ngantri masuk. Kayaknya emang pada manfaatin potongan harga yang jarang2 ada itu. Ugh.. panas banget udaranya... untunglah di depan pintu masuk banyak pipa2 yang nyemprotin kabut air biar rada seger. Bisa buat keramas juga tuh kalo mau... hihi.. sayang kita gak bawa sampo.. haha

Pintupun dibuka tepat pada waktu yang dijanjikan. TIME FOR HAVING FUN!!

Bekantan, errr... mirip siapa yah?
Indian, kok mau ya orang2 itu jadi patung di tengah jalan? ... susahnya cari duit :)
Boom boom car, tabrak!.. tabrak!.. tabrak!! kapan lagi :D
Halilintar, gitu doang? :p .. tapi badanku jadi sakit semua berasa kebanting-banting.
Meteor Attack, nonton film nggak jelas di atas kursi yang goyang ke segala arah.
Arung Jeram, waaa! waaa! basaaaah!
Ontang-anting, muter terbang melayang...
Perang Bintang, yang mana sih yang ditembak? :D
Makan sore, mengembalikan energi.
Ashar-an, berdoa lagi.
Kicir-kicir, ini sih arena penyiksaan, bukan permaenan... males ah, biar Yuanz ama Iqbal aja :P
Maghrib-an, udah mulai gelap.
Kora-kora, setengah nyawa masih ketinggalan di atas. Shasa doyan banget yah?
Niagara-gara, antriannya maaaak... padahal cuma gitu doang
Rumah Miring, disoriented bener..
Rumah Kaca, bikin pusing dan claustrophobia..
Boom boom car lagi, tabrak lagi! tabrak lagi! pokoknya tabraaaak!! :D
Carrousel, diiringi musik dangdut live.. asik juga buat penutup.. hihi
.... dan Dufan pun tutup jam delapan malam. Nggak terasa.


Lebih banyak waktu habis buat ngantri, padahal lagi nggak terlalu rame loh. Pulangnya foto2 dulu. Made beli balon kodok entah buat apaan :p. Lalu kita nekat bertujuh masuk di mobil Made. Orang2 yang sudah memasuki usia menumpuk lemak itu pun bertumpuk2, berjejal2, berdesak2an... kayaknya bisa masuk rekor MURI tuh :D

Tapi yang pasti SERUUUUUUU!! nggak percuma bela2in bolos kerja :D
It was really a fun time!! kapan2 lagi yuk! :D

*ps. poto2 minjem hasil cam-nya irpan, yg dari cam-ku nggak ada akunya :D *